Loading...
Jumat, 07 Oktober 2011

Ubuntu 11.04 "Natty Narwhal"

" Natty Narwhal "  yaitu nama dari distribusi versi Ubuntu 11.04 yang rencananya diluncurkan bulan April mendatang akan dilengkapi dengan perkakasan untuk mendukung platform pengoperasian komputasi awan termasuk Openstack dan Eucalyptus. Hal itu sekaligus menindikasikan komitmen perusahan dibelakang Ubuntu terhadap tren bisnis Cloud Computing yang digeluti Canonical Apa yang baru di Ubuntu 11.04 Natty Narwhal? Bagi para pengguna Ubuntu, begitu login akan langsung terlihat perbedaan menyolok pada tampilan desktop Ubuntu 11.04. Desktop Ubuntu 11.04 akan berubah total. Dari Gnome ke Unity.Desktop Unity sebenarnya sudah disertakan sejak Ubuntu 10.10 Maverick Meerkat, namun saat itu belum merupakan desktop default. Sejak versi 11.04 ini, Unity akan menjadi tampilan default desktop Ubuntu. Ciri khas Unity adalah adanya “Task Bar” pada bagian kiri layar yang berfungsi ganda, baik sebagai task manager maupun peluncur aplikasi (application launcher). Ada pula fitur Virtual Desktop yang bisa diakses dari Taskbar Unity. Pada saat kita menyorot aplikasi tertentu pada Taskbar Unity, secara otomatis desktop dimana aplikasi yang kita sorot sedang berjalan akan diperbesar. Untuk yang sudah terbiasa menggunakan Gnome tidak perlu kuatir. Dalam rilis yang dikeluarkan oleh www.ubuntu.com, nantinya akan ada tiga tipe desktop yang akan disediakan oleh Ubuntu.

Review Video :

Yang pertama adalah “Ubuntu Desktop” yang secara default menggunakan Unity. Yang kedua adalah “Ubuntu Classic” yang akan berjalan dengan panel Gnome. Ubuntu Classic dijanjikan akan mendukung semua hardware dan driver video, sementara Ubuntu Desktop menuntut dukungan driver 3D. Yang ketiga adalah “Ubuntu Classic tanpa efek” alias “mode 2D” yang tampilannya sama dengan Ubuntu Classic hanya tanpa efek apapun,LibreOffice Perubahan lain yang sangat menonjol adalah digantinya aplikasi perkantoran OpenOffice.org menjadi LibreOffice. Bagi yang belum tahu, LibreOffice sebenarnya dikembangkan oleh para pengembang OpenOffice sendiri. Para pengembang OpenOffice yang tidak lagi cocok dengan Oracle memisahkan diri dan membentuk The Document Foundation (TDF). Dengan pemisahan diri dari Oracle, TDF membuat office suite sendiri dengan nama LibreOffice. Sejak pertama kali diumumkan, TDF langsung mendapat dukungan dari banyak pihak termasuk Google, Canonical, Free Software Foundation, Open Source Initiative, Novell, Red Hat dan masih banyak lagi. Awalnya TDF berencana menggunakan nama OpenOffice.org jika diizinkan. Namun Oracle menolak memberikan nama OpenOffice untuk digunakan. Banyak distro Linux yang siap mengganti OpenOffice dengan LibreOffice dalam paket instalasi standar. Salah satunya adalah Ubuntu, yang sudah memasukkannya dalam versi terbarunya ini.

DOWNLOAD | Ubuntu 11.04

0 comments:

Posting Komentar

 
TOP