Dandanan nan Impresif
Symantec melanjutkan keperkasaan Norton Internet Security 2010 melalui beberapa pembaruan minor pada versi terbarunya ini.
Seorang mantan editor tabloid TI pernah berujar, “Bagi saya, hal paling utama dari sebuah aplikasi bukanlah soal harga. Mau berbayar atau tidak, yang penting aplikasi itu bisa mengerjakan fungsinya secara benar.”
Opini yang ia kemukakan bisa jadi berbeda dengan pandangan umum masyarakat Indonesia. Di sini, aplikasi gratisan sangat populer, khususnya aplikasi sekuriti. Itulah sebabnya, antivirus yang populer digunakan konsumen lokal biasanya adalah yang menyediakan versi cuma-cuma.
Padahal, bermodal antivirus saja – apalagi yang gratis – belumlah cukup pada masa kini, saat kejahatan cyber kian merajalela. Pasalnya, ancaman keamanan lewat internet bukan hanya berupa malware, melainkan juga spam dan phishing. Tujuannya? Penyebaran botnet ataupun pencurian identitas.
Oleh karena itu, dibutuhkan paket komplet keamanan internet yang mampu melindungi pengguna dari seluruh bahaya tersebut. Salah satunya, Norton Internet Security (NIS) 2011 yang kami uji kali ini.
Sebagai informasi, pada tahun lalu, versi sebelumnya (NIS 2010) mencuat dengan terobosan baru dalam identifikasi berkas berbahaya, via penggunaan metode Quorum yang berbasis reputasi. NIS 2010 pun berhasil mematahkan mitos “rakus memori” yang selama ini melekat pada label Norton. Keberhasilan itulah yang berusaha diteruskan oleh NIS 2011.
Impresi pertama telah muncul sejak proses instalasi. Aplikasi ini hanya membutuhkan waktu 1 menit 10 detik mulai dari proses instalasi sampai tahap siap dipakai.
Impresi kedua kami peroleh saat tiba di halaman muka aplikasi. Jendela yang didominasi warna hitam dan kuning khas Norton dibagi menjadi tiga kolom. Masing-masing berisi fungsi utama NIS 2011, yaitu Computer Protection, Network Protection, dan Web Protection. Kendali aktivasi sebagian besar feature keamanan juga terletak di sini.
Antarmuka oke, fasilitas lengkap, tapi bagaimana kinerjanya? Di sini kami menemukan impresi ketiga. Saat menjajal pemindaian sistem, catatan waktu yang diraih NIS 2011 cukup 55 detik untuk Quick Scan dan 1 jam lebih untuk Full System Scan.
Kecepatan ini bisa diraih berkat kemampuan Application Ratings. Pada pemindaian perdana, Norton menandai berkas-berkas yang aman. Pada kesempatan pemindaian berikutnya, berkas-berkas tersebut bisa langsung dilewati. Walhasil, Norton tinggal memeriksa aplikasi-aplikasi lain yang belum terpercaya.
Jalannya proses Quick Scan pun tidak sampai mengganggu aplikasi lain karena memori yang dikonsumsi maksimal hanya 100-an MB. Sayangnya, hal ini berbeda dengan proses Full System Scan yang ternyata agak memberatkan kerja CPU.
Spesifikasi Norton Internet Security 2011
| Harga lisensi | Rp449.550 (3 PC) dan Rp269.550 (1 PC) |
| Pengembang | Symantec |
| Download | Download |
| Sistem Operasi | Windows XP (min. SP 2)/Vista/7 |

0 comments:
Posting Komentar